Waktunya sebenarnya sama saja, yang membedakan adalah keberkahannya…

Nulis ini buat #ntms banget deh.
Seminggu terakhir, ibadah emang lagi gak oke. Tilawah seuprit, shalat sunnah minim, al matsurat ga beres2, murajaah sekenanya, lingkaran pun nggak dihadiri :( apapun lah alasan duniawi yang diajukan, pokoknya intinya ruhiyah lagi super nggak oke..

Akibatnya apa?
24 jam hidup rasanya capekk.. Emosi jiwa. Urusan banyak, tapi nggak kelar-kelar. Pada saat yang sama merasa super males, ngga produktif…
Menyedihkan deh pokoknya.

Padahal 10 hari pertama Dzulhijjah.. Waktu-waktu yang katanya sangat dicintai Allah… :'(

Dan emang ya, melakukan kebaikan itu harus dipaksa. Alhamdulillah akhirnya berhasil memaksa diri untuk tilawah lebih banyak.. Sujud lebih lama..

Trus, Masya Allah.. Emang janji Allah itu bener ya, tepat selalu. Begitu kita mau meluangkan waktu lebih banyak untuk-Nya.. Maka 24 jam itu, yang sebenarnya panjangnya sama bagi setiap orang, rasanya jadi jauh lebih bermanfaat.

Lebih berkah, InsyaAllah.

Jadi sebenarnya, mungkin teori relativitas waktu itu pada hakikatnya adalah tentang keberkahan.. Keberkahan yang Allah berikan sebagai balasan atas sebuah penghambaan..

.
.
.

Semoga selalu teringat kalau pernah nulis ini. Jadi selalu ingat untuk bersabar dalam beribadah, selalu berusaha memberikan waktu bagi-Nya.. Yang insyaAllah akan berbuah keberkahan bagi seluruh waktu kita.

:)

View on Path