Harta yang paling berharga adalah keluarga

Istana yang paling indah adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga

Mutiara tiada tara adalah… keluarga..

.

OST Keluarga Cemara

.

.

semenjak kembali ke rumah seusai KKP, saat Ramadhan sepuluh hari terakhir, saya lebih banyak di rumah. beberapa undangan buka shaum bareng di akhir Ramadhan pun akhirnya saya lewatkan, karena selain Ibu yang meminta untuk berbuka di rumah, merasa juga bahwa saya sangat amat kekurangan quality time dengan keluarga, apalagi setelah nyaris selama dua bulan sebelumnya saya tidak berada di rumah.
 
untuk kesekian kalinya, kami ber-Idul Fitri di Kota Hujan. sudah menjadi kebiasaan selama beberapa tahun ke belakang, setelah shalat Idul Fitri kami langsung meluncur ke Al-Iffah, bersilaturrahim dengan santriwati-santriwati yang saat itu tidak mudik ke kampung halamannya masing-masing. Alhamdulillah, berbagi kehangatan keluarga :)
 
tahun ini, setelah dari Al-Iffah, kami meluncur ke Cibanteng, mengunjungi keluarga adik bungsu Bapak. dan ya.. saya baru menyadari betapa saya juga kurang memiliki quality time dengan Bulik Nunung sekeluarga. Jangankan quality time, berkunjung pun rasanya sudah lama sekali tidak dilakukan. Alhamdulillah, menyambung kembali tali silaturrahim…
 
biasanya, setelah itu, keluarga berdiskusi mengenai objek wisata tujuan dan apa yang akan dilakukan. ujung-ujungnya sih… mungkin cuma jalan-jalan ke Botani Square, hehe. Tapi tetap saja, itu momen keluarga :)
 
namun, untuk tahun ini, entah kenapa sekeluarga kompak mager banget, heu. Pembicaraan tentang jalan-jalan ke mana benar-benar ‘cuma pembicaraan’ karena samasekali tidak terealisasikan. Soalnya mau bagaimana coba? Setelah Bapak dan bocahbocah berangkat jalan-jalan naik motor, ternyata jalanan Bogor maceet…
 
…oke, tambah mager lah kami sekeluarga.
 
sampai sekarang… sudah tanggal 4 syawal, kami sekeluarga masih stay di rumah. tidak melakukan apa-apa, kalau boleh saya bilang, kecuali melakukan pekerjaan standar orang rumahan (nyapu-ngepel-nyuci-beresberes-laplap-dansebagainya). gabut banget banget saya sih ngerasanya, secara bener-bener nggak meninggalkan kamar kecuali lagi ngeberesin rumah dansebagainya.
 
oh ya! sempet skype-an juga sama Mbak Nur dan Ka Obie, di mana sekeluarga umpel-umpelan di depan laptop di kamar Bapak, hehe…
.
.
tapi, kalau dipikir-pikir… kapan lagi coba?
 
penghuni rumah ini biasanya terlalu sibuk dengan jam terbang masing-masing yang sudah sama-sama tinggi…
 
kapan lagi coba? seharian ngobrol ngalorngidul sama adik yang SMA, sementara biasanya saya dan dia pergi pagi pulang malem, sama-sama begadang tapi di ruangan yang berbeda, dan sangatamat kekurangan waktu buat cerita-cerita.
 
kapan lagi coba? main bersama dan ngegodain adik-adik yang masih SD, sementara biasanya pas saya pulang (dan biasanya di atas jam 9 malam), mereka semua sudah terlelap…
 
kapan lagi coba? cerita-cerita banyak hal sama Ibu, sementara biasanya tidak setiap hari bisa bercerita bebas karena kesibukan masing-masing…
.
oke, tiga hari ke belakang memang rasanya gabut banget banget dari semua aktvitas rutin di luar rumah. tapi, seperti kata adik saya yang SMA…
yaa, sekali-sekali lah… kapan lagi coba banyak waktu di rumah kayak gini?
…’periode gabut’ ini jadi terasa sangat tidak apa-apa. Karena keluarga, memang mutiara tiada tara.. :)
.
.
HAPPY EID MUBARAK 1433 H.
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
.
since every person is a sinner, so, I deeply apologize for all of those mistakes that I have done before,
.
and please, treasure those quality times with your family, dear…