…telah menjalani minggu pertama Ramadhan bersama teriknya matahari Karawang, dan masih akan tetap menjalaninya hingga sang rembulan kembali menyabit di sudut yang berbeda..

Hai, kota hujan dan segala hal yang tersayang di sana. Apa kabar kalian?

Baiklah, baiklah. Saya mengaku. Saya sedang rindu. Cukup tingkat akut sepertinya.

…sebab Ramadhan kali ini berbeda, jauh. Ramadhan diantara cericit burung dan deru suara motor di desa ini.. Seperti liburan. Vakum. Bagaimana tidak? Selepas sembahyang subuh, lingkungan sepi sesepi-sepinya, saat semua orang terhanyut kembali ke alam mimpi..

Dan kegiatan pun minim. Kegiatan bersama, maksud saya, nyaris tidak ada kecuali kita nekat mau mencari-cari sendiri. Seperti semuanya kalah oleh sengatan surya. Mengunjungi tetangga pun jadi serbasalah, jangan-jangan empunya rumah sendiri sebenarnya inginnya istirahat saja..

Kegiatan keagamaan? Sayang beribu sayang kawan, hampir tak ditemui remaja masjid di sini..

Hmm mungkin nggak bisa dibilang gabut sepenuhnya juga sih, tapi terasa jauh lebih banyak waktu terluang…

..karena itulah seperti dua sisi koin. Karena sepanjang ingatan saya, semenjak saya mulai mengenakan seragam putih abu-abu dan apalagi semenjak mengenakan almamater biru, Ramadhan selalu jadi salahsatu bulan paling hectic dalam kehidupan saya. Di mana shaum seperti tak berasa karena banyaaak hal untuk dipikirkan dan dilakukan.

Yap, sangat bertolakbelakang dengan kehidupan di sini.

Tapi yaa.. Salah satu keuntungan yang saya dapat di Ramadhan tahun ini.. Lebih banyak waktu luang untuk ibadah, memperbaiki diri dan mengejar targetan pribadi..

Allah memang Maha Adil, ya :)

Jadi.. Saatnya fokus untuk meningkatkan kapasitas ruhiyah.. Sebelum akhirnya kembali berjibaku dengan rutinitas yang tentunya membutuhkan kekuatan lebih dan lebih lagi.

…ngomong-ngomong tentang kangen.. Playlist seorang teman kemarin memutar lagu ini,

kuterima suratmu, kubaca, dan aku mengerti.. Betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku…

untuk adikku, bintangbiru, lagu cinta pun jadi bisa bermakna lain, ya? :D

semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya… Menahan rasa ingin jumpa…

maaf untuk ‘sedikit mellow tidak jelas’, tapi memang loh.. Dan akhirnya, ini jawabannya:

..percayalah padaku aku pun rindukanmu, ku akan pulang..
Melepas semua kerinduan yang terpendam…

.
.
.
–bismillah, sedang berusaha mengoptimalkan waktu yang tersisa sebelum kembali.
Tetap saling mendoakan, ya.. :’)