Yak, lama tidak posting. Padahal sebenernya menurut saya, kehidupan saya seru-seru aja deh buat diceritakan. Tapi ya itulah.. Susah banget ngumpulin niat buat posting sampe beres heu

Anyway, apa kabar? :)

Kabar saya alhamdulillah.. Saat ini tengah ‘berjuang’ di negeri kota orang. Nggak jauh, plus macet-macetnya dan ngetem-ngetemnya cuma 4 jam dari Bogor.

Namanya Kabupaten Karawang. Lebih tepatnya sekarang saya sedang syuting jika aku menjadi menjalani program Kuliah Kerja Profesi di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Lumayan lama, mulai dari tanggal 26 Juni kemarin sampai 11 Agustus nanti. Di sini, mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan ilmu sesuai disiplin yang dipelajari, dan tentunya pebgabdian kepada masyarakat.

..dan yang namanya KKP, tentu salah satu peraturannya adalah homestay di desa tersebut tanpa kecuali walau saya sempet juga sih pulang ke Bogor bentar hehe. Stay juga berarti hidup membaur dengan masyarakat sekitar..

Jujur, ini hal baru buat saya. Oke, saya rela dikatakan ‘ansos’ atau gimana mencakup hal yang satu ini, tapi memang saat di Bogor juga kehidupan saya dari pagi sampai malem lebih sering dihabiskan di lingkungan sekolah dan kampus. Kehidupan pun berputar di rumah-sekolah-kampus, hampir nggak ada ‘masyarakat-masyarakat’-nya kecuali sekedar senyum-salam sama tetangga.

Dan lingkungan rumah saya, walau ‘agak kampung’ tapi lokasinya masih di kota..

Jadi belajar banyak lah saya di sini.. Tentang etika bermasyarakat. Bagaimana menyapa, salim, senyum, nada suara, pemilihan kata, timing berbicara, ekspresi muka, dan sebagainya. Lucu dan seru. Terlebih dengan kondisi temen sekelompok orang jauh semua (Jawa Tengah, Lampung, dan Medan), nggak ada yang bisa bahasa Sunda padahal masyarakat di sini semuanya ngomong sunda. Alhamdulillah seenggaknya saya masih ngerti bahasa sunda walau kagok juga kalau harus ikutan berbahasa sunda.. Belang bentong euy sundana mah..

Tinggal serumah berempat, 2 lakilaki dan 2 perempuan dengan kondisi yang lakilaki duaduanya nonmuslim juga jadi tantangan tersendiri. Tantangan untuk seiring sejalan dengan tetap mengedepankan prinsip.. Alhamdulillah temen sekelompok semuanya slow jadi okeoke aja. Karena suatu hal, kami juga ‘terseret sedikit’ ke permasalahan politik desa, karena tinggal di rumah ‘musuhnya Pak Lurah’ padahal harus sering berurusan dengan perangkat desa. Alhasil, kami yang harus mendatangi perangkat desa karena nggak ada yang mau main ke sini.. *sedih*

Tantangan juga ketika di sini susah angkot, kemanamana jauh, dan transportasi utama adalah motor. Harus menurunkan prinsip hingga batas minimum mengenai hal ini.. *sedihbangetbangettapiapabolehbuathuhu*

Tantangan juga untuk menguatkan diri dengan tarbiyah dzatiyah, kala lingkaran cahaya halaqah itu tak bisa tertemui setiap minggu dan harus jalan nyebrang desa untuk bersua temanteman seperjuangan dalam liqo mandiri..

Yak, KKP sudah berjalan setengahnya.. Sebenarnya ada sangaat banyak yang bisa diceritakan tapi pegel ngetiknya di hp haha

Intinya sih.. Subhanallah. Media pembelajaran sekali.. Sedikit banyak memberi gambaran pada saya bagaimana ranah dakwah di masyarakat itu.. Yang tentunya lebih berwarna dan membutuhkan skill lebih expert dibandingkan ranah dakwah yang sebelum-sebelumnya saya geluti.

Yang jelas, harus tetap semangaaaat :))

Anyway, tidak terasa yah udah Ramadhan lagi.. Besok udah shaum pertama. Tadi udah tarawih pertama di mushala, 23 rakaat ngebuuut.. :D

Semangat mengisi bulan suci Ramadhan kali ini dengan ibadah-ibadah karena-Nya..
Mohon maaf atas semua khilaf dan salah,
Keep HAMASAH!!!

..salam ukhuwah dari Karawang :)