Aku selalu membawa kuasku
Ke mana pun aku pergi,
Kalau-kalau aku perlu menutupi
Agar tak terlihat diriku yang asli.
Aku sangat takut memperlihatkan diriku,
Takut dengan apa yang akan kau perbuat–takut
Kau akan tertawa atau mengejekku.
Aku takut kehilangan dirimu.

Aku ingin melepaskan semua lapisan catku
Menunjukkan diriku yang asli dan nyata,
Tapi aku ingin kau mencoba mengerti,
Aku perlu kau menerima apa yang kau lihat.
Jadi, kalau kau bersabar dan menutup mata,
Akan kutinggalkan semua lapisanku perlahan.
Tolonglah mengerti betapa sakitnya
Membiarkan diriku yang asli terlihat.

Sekarang semua lapisanku sudah terlepas.
Aku merasa telanjang dan kedinginan,
Dan kalau kau masih mencintaiku apa adanya,
Kau adalah temanku, semurni emas.

Tapi, aku perlu menyimpan kuasku,
Dan memegangnya dalam tanganku,
Aku ingin kuas itu siap kupakai
Kalau-kalau ada yang tak mengerti.
Jadi, lindungilah aku, kawan
Dan terima kasih atas ketulusan kasihmu,
Tapi, biarkanlah aku menyimpan kuasku
Sampai aku juga mencintai diriku.

–Chicken Soup for the Teenage Soul,
Betty B. Youngs.

.

.

.

.

untuk yang tertemukan.

yah… seperti itulah.

.

.

maaf, dan terima kasih atas pengertiannya.