satu tusukan jarum;
satu tubuh menegang;
satu nyawa meregang.

dan langit kembali muntahkan tangis penyesalan
atas jiwa yang melayang
sia-sia, tanpa makna.

satu butir pil kuningputih;
satu wajah menyeringai pedih;
satu aroma kematian menguar merintih.

dan bumi kembali goncangkan isak kesedihan
atas raga yang terpuruk tak berdaya
kelabukan masa depan bangsa.

berjuta mata memerah saga
berjuta tangan terkepal di dada
berjuta kaki terhentak geram merasa
perlu!
ada usaha, ada karya ada nyata
tak hanya omongkosong belaka
tuk coba hentikan semua.

maka satu pena diangkat.
maka satu mikrofon dinyalakan.
maka satu kalimat digulirkan.
maka satu ide dilontarkan.
maka satu fakta diputuskan.
maka satu rumah rehabilitasi dibangunlah,
maka satu pencegahan serius diporsikan,
dan satu asa perubahan mulai meledak menemukan muaranya.

awalnya
lalu: berjuta.

berjuta pena terangkat, mikrofon menyala,
kalimat bergulir, ide terlontar,
fakta terputus, rehabilitasi terbangun,
pencegahan terporsi,
dan berjuta asa perubahan…
berlarian bebas menemukan muaranya.

hingga akhirnya
… suatu saat nanti,
harap kami

: tak ada tusukan jarum tak lagi pil kuningputih
tak ada tubuh menegang tak lagi wajah menyeringai pedih,
tak ada ada nyawa meregang tak lagi menguar aroma kematian di udara

.
.
.
… dan dunia tak lagi berduka
menyongsong masa depannya.