membuka mata

atas waktu, tuk bernapas kembali.

membias mentari mengintip dari jendela

——atas kesempatan, tuk rasakan cahaya pagi.

mengawali langkah pertama

———atas kemurahan, tuk kembali awali hari.

 

pada-MU, selalu teringat. Seharusnya.

 

bercengkrama dengan teman sejawat

atas perizinan, tuk miliki teman senasib sepenanggungan.

bercandaria dengan sahabat

——atas pemberian, tuk mereka yang berharga tak tergantikan.

berjalan bersama dengan sosok terdekat

———atas pengertian, tuk belahan jiwa, menggenggam arungi kehidupan.

 

pada-MU, takkan terlupa. Semoga.

 

—setiap tetes darah yang mengaliri nadi setiap pandang yang menyejukkan hati suara-suara yang terdengar hiasi hari aroma yang terhantar menyenangkan diri langkah yang terayun kian pasti kejutan-kejutan yang menghiasi pencarian ini semua nikmat semua kemurahan semua kebaikan semua petunjuk yang selalu mengarahkanku dalam setiap perjalanan hidup ini…

.

.

.

pada-Mu, selalu terpatri.

syukurku

.

.

Selamanya.

.

.

.

.

[semoga tak hanya dalam puisi saja]