Membaca rupiah kita

mengeja melihatnya mencekik leher rakyat jelata.

Membaca rupiah kita

mendengarnya dihamburkan elit-elit negara.

 

Membaca peta pembangunan kita

menonton si miskin terlunta-lunta.

Membaca peta pembangunan kita

menyaksikan si kaya terlena hartanya kian berlipatganda.

 

Membaca perekonomian kita

sesak gumpal di dada.

Kita bersama di bawah satu bendera!

Kita bersama wariskan gemilang sebelumnya!

Tapi mengapa?

Tapi mengapa sedemikian mengerucutnya beda

antara kita?

 

Membaca pasar kita

menemukan petani mengais rupiah demi ladang kecilnya.

Membaca pasar kita

Menyadari pengusaha kian kaya kian meroket asetasetnya.

 

Membaca perekonomian kita,

… jeri saksikan kenyataan yang ada.

maka lewat guratan kata yang mungkin tak sarat makna tapi aku coba tuangkan sebuah cerita

tentang si anak kecil yang tak punya mainan apaapa jadinya ia cuma bisa duduk bengong di rumahnya saja tentang orang tuanya yang tak punya kerja jadi cuma bisa belai anaknya sambil tahan lapar dahaga tentang si pemuda yang digebuki karena curi roti buat makan paginya tentang si pengusaha kaya yang santaisantai miliaran rupiah tapi buruhnya kerja berat cuma berapa perak jadinya tentang si gadis yang jadi tki di negara tetangga babakbelur digebuki majikannya tentang si artis yang nikah cerai jadi ramai berita mediamassa jalanjalan bulan madu ke luar negeri tentang si ibu yang bunuh anaknya karena takpunya uang buat beli susu mereka tentang mahasiswa yang takluluslulus karena menyambi bekerja tentang orangorang yang kianhari kian putusasa karena hargaharga yang kian mencekik napas mereka

… mungkin pahit, tapi sadarilah

fakta.

Membaca perekonomian kita

tapi takmungkin tergugu saja.

 

Kitalah putra bangsa, maka bangkitlah!

Sebab negeri ini tunggu, harap karya

demi Indonesia yang lebihbaik dari sebelumnya

 

… sebab harapan itu masih ada.

.

.

.

miftahul jannah, a44090024, keluarga 1 [mandiri]

.

.

.

in memoriam of MPKMB 46. Puisi yang biasa saja, sebenarnya, namun alhamdulillah diberikan kesempatan untuk membacakannya di depan 3000 mahasiswa baru di kampus rakyat itu, di depan Generasi Emas Cemerlang 46..