maaf, maaf

merasa diri terlalu lama bersembunyi

dengan diam secara sadar,

maupun tidak.

 

maaf, maaf,

untuk belum banyak bergerak

untuk terlalu sering hanya melihat

untuk kemudian memalingkan muka?

 

maaf…

dan tolong.

tegur

ingatkan…

 

agar peduli lagi.

agar mengerti lagi.

agar takpurapura lagi.

 

 

 

padahal aku tahu, semuanya itu berawal dari diriku sendiri.

pertanyaannya adalah, sudah mampukah aku melaksanakan jihad terberat itu–melawan hawa nafsu?

maaf… dan tolong bantu…

 

 

terima kasih.