“Masih blogging ga, Jan?”

… cuma nyengir.

“Belum nih, udah lama gak nulis lagi.”

Ramadhan sudah mau memasuki fase terakhir. Tapi setiap hari pergipagipulangmalamwarawiri, lebih banyak mengerjakan urusan duniawi. Ah, tapi semoga semua ini juga bisa dihitung sebagai usaha ibadah, sebagai sebuah langkah kecil–yang walau terseok-seok–untuk membangun generasi.

Ramadhan sudah hari keduapuluh. rindu duduk lama untuk tilawah, tapi fakta sedihnya seringkali terlalu lelah begitu sampai rumah. Ah, yaumiyahku… pantas saja jadi labil begini…

.

.

menemukan tulisan ini di antara draft-draft blog yang tak jadi diposting. jadi tersentak, lalu menghitung mundur.

membatin.

.

ah… sudah mau Ramadhan lagi…

dan masih tetap warawiri. semoga dapat dinilai sebuah usaha tuk bangun generasi. dan masih tetap berlari dalam sebuah grafik peningkatan yang mungkin tak sepesat yang lain…

tapi kuharap terus ada. tak henti.

.

dan semoga Ramadhan tahun ini bisa lebih baik lagi...

[…mohon sampaikan umurku, Rabb…]