ketika duduk melingkar

dan memandang wajah-wajah keimanan

ah, takbisa cegah benakku melayang

: padamu, padanya, pada mereka, pada kalian.

 

padamu yang menyambutku dengan senyum kehangatan

padanya yang menggebu-gebu mengulas firman sang Ar-Rahman

pada kalian yang taklelah dalam hujan amanah

pada mereka yang memberikan segala daya upaya…

 

ketika duduk melingkar

dan mendengarkan uraian tentang keikhlasan

ah, tak bisa cegah memoriku berdilatasi

menghadirkan segenap wajah

berbalut jilbab beraneka warna,

dengan blus, rok, atau gamis senada

 

wanita-wanita itu…

dia ibuku. dia kakakku. dia adikku.

dia bibiku. dia nenekku.

dia sahabatku. dia saudaraku.

dia muslimah yang kutemui di suatu pagi.

dia muslimah yang kubaca namanya, kulihat wajahnya

walau mungkin ku taktahu siapa,

namun satu hal yang menyamakannya:

ketulusan,

berbalut tawakkal, hanya pada-NYA..

 

ketika duduk melingkar

dan bersama mengkaji kebenaran

tulus dari lubuk hati terdalam, terucap sebuah doa:

 

duhai, wanita-wanita bersahaja

yang tak pernah lelah bergerak tuk gapai ridha-NYA!

 

semoga kita dapat bersua,

dan duduk melingkar di surga…

 

 

 

 

 

 

— 21 Mei 2011, Lab IT Faperta

Aku mencintai kalian karena Allah :’)