wah.

sudah lama tidak menyempatkan membaca orang-orang. membaca cerita-cerita. hari ini saya melakukannya, dan mendapati diri saya tersenyum-senyum, tertawa, meringis, atau merasa pedih bersama dengan pena-pena takkasatmata yang mereka tuangkan sebagai ekspresi dunia mereka.

ah. sudah lama.

hmmm, ke mana aja ya, saya?

.

apa kabar dunia?

.

hihi, bosen kayaknya kok tiap nulis entry pasti isinya begini. kita isi dengan sesuatu yang berguna saja yuk… sekaligus melemaskan jemari saya yang udah kaku lama nggak ngetik serius dan juga memacu kembali segenap imajinasi yang mungkin sudah entahkemana…

.

.

eh, gini nih yang namanya writer’s block. saya gak tau mau nulis apaan. saya gak disiplin sih, nulisnya mood-moodan banget dan jadi lupa apa yang mau ditulis karena gak nulis pada saat yang tepat, jadinya nguap deh yang mau ditulis T.T

.

heu.

.

oke, cukup preambulnya. saya mau nulis lagi sekarang. sekedar menuangkan pikiran, mungkin awalnya dari hal yang remeh, namun saya percaya kalau semuanya itu pasti ada hikmahnya.

.

oke, saya buka dengan pertanyaan.

Ada yang tahu, pernah mendengar, pernah membaca, menyukai, atau barangkali fans berat dari sebuah serial komik berjudul GARASU NO KAMEN?

mungkin ada di antara kalian yang jadi kecewa. yaaah, kok malah nulis tentang komik.. -_-a

.

biarin ah. saya lagi mau kok.

jadi,

GARASU NO KAMEN atau TOPENG KACA (terj–red.) karangan Suzue Miuchi adalah salah satu komik yang bisa dibilang ‘jadul’ dan sampai sekarang nggak beres-beres. volume terbarunya keluar beberapa bulan yang lalu, yaitu Bidadari Merah vol. 10 (secara keseluruhan itu adalah volume ke-42 dari rangkaian Topeng Kaca), setelah volume 9-nya beerapa tahun yang lalu, dan volume 8-nya berrrtahun-tahun yang lalu, dan ceritanya di-cliffhanger dengan kejamnya oleh si penulis. bikin gregetan yang baca -_-|||

Garasu no Kamen

Garasu no Kamen

Komik ini bercerita mengenai dunia akting dan segala selukbeluknya. Terpusat pada kisah mengenai Maya Kitajima, seorang anak perempuan biasa-biasa saja yang memiliki kecintaan terhadap dunia akting. Maya bukan anak yang pintar, cantik, apalagi cekatan, namun dia memiliki beragam topeng yang dapat menjadikannya seseorang yang samasekali berbeda di sebuah pentas. Diawali dari pertemuannya dengan Mayuko Chigusa, seorang ‘mantan’ aktris besar pada masanya, dimulailah perjuangan Maya melawan dunia–melawan saingannya yang terberat, aktris cantik Ayumi Himekawa dalam memperebutkan peran terbesar sepanjang sejarah, yaitu Bidadari Merah.

Komik ini berbeda, menurut saya. Dan membuat saya berpikir panjang juga. Mengenai perjalanan hidup dan permainan emosi tokoh-tokohnya…

Maya, adalah tokoh utama yang biasa-biasa saja, namun dia memiliki bakat. Maya yang ceroboh, tidak menarik, pemalu, dengan naturalnya dapat menyelami suatu peran dan menghidupkannya–menghilangkan dirinya dan menjadi sang tokoh–dalam sebuah lakon.

Ayumi, adalah simbol dari ambisi dan kerja keras. Saya tidak mengatakan bahwa Maya tidak bekerja keras, namun Ayumi, dibalik semua kelebihannya yang ditunjukkan, ia berusaha keras hingga bisa menjadi seperti itu.

Dan mereka bersaing.

Bakat dan kerja keras. Siapakah yang akan menang?

.

.

Ada yang saya renungi.

Mengenai usaha. Seringkali saya melihat, membaca, mendengar seseorang yang berusaha hingga titik akhirnya, pushing his or her limit to get an incredible result.

Saya bertanya-tanya. Bagaimana ya, rasanya?

Teguran bagi saya. Karena tekad adalah hal yang dapat melonggarkan semua batas, merendahkan langit sehingga semakin dapat dijunjung, meninggikan kita sehingga semakin mudah menjunjung.

Tekad, yang menjadikan sebuah mimpi menjadi nyata.

.

pertanyaannya, sudahkah kita, sudahkah saya melakukannya?

tekad untuk memberikan yang terbaik,

tekad untuk menjadi yang terbaik,

tekad pengabdian terbaik pada Sang Khaliq…

.

ah, serasa masih jauh di sana.

pelan.. tapi harus ada usaha.

.

begitu, kan?

.

.