Sejuk gemericik air di padang gersang
Basah terasa aliri pipa yang kering
hangat sentuhannya damai terasa
Berkahi langkah kita di spanjang hayatnya

Kasih sayangnya sehangat mentari pagi
Belaian tangannya selembut kain sutera
Senyum manisnya hiburkan hati nan luka
Pandang matanya tajamkan hati nan suci

Wahai kawan siapakah dia?

Dia adalah wanita paling berjasa
Sejak kita lahir kedunia dan melanglang alam fana
Tiada tandingan pujinya dalam hidup kita
Yang melahirkan kita
menyusui dan membesarkan kita
Pertaruhkan jiwa raga membela kita semua

Dia adalah ibunda dan selalu mendoakan kita
Dalam keadaan lapang suka ataupun duka

Tutur katanya adalah harapan doa
Nasehat yang berguna sepanjang masa
Keredhoannya adalah ridho Illahi
Kemurkaannya adalah murka Illahi

“Dan Kami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya
ibunya telah mengandungnya
dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah
menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku
dan kepada dua orang ibu bapakmu,
hanya kepada-Kulah kembalimu. ”
(QS Lukman ayat 14)

Marilah kita bersama mengasihinya
Selagi Alloh izinkan bersama kita
Bila Alloh telah memanggil ibunda
Sertakan doa selalu bagi dirinya

Semoga Alloh lapangkan alam kuburnya
Dan menyinari selalu dengan cahyanya
Memberkahi ibunda dengan  rahmat-Nya
Dan melapangkan jalannya menuju syurga…

(Siapakah Dia, Suara Persaudaraan)

… tak banyak kata yang bisa terucap, sebab lidah ini sungguh kelu jika sudah berbicara menyangkut sosokmu yang sangatamat berarti dalam hidupku …

panjatkan sepucuk doa, semoga Allah senantiasa menjagamu dan membalas semua kebaikanmu… sebab olehku, takkan terbalas hingga ujung waktu…

Happy Mother’s Day 2009.

Please, Mom. Forgive me.