bosan?

hehe, jangan menghela napas duluan begitu, dong. memang, lima huruf ini seolah-olah benar-benar berputarputar dalam topik semua orang di sekitar kita, kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja.

tapi menurut saya itu wajar, mengingat memang cinta yang menjadi pondasi hidup kita. akui saja, jika bukan karena cinta-NYA pada kita, hamba-NYA yang hina ini, mana mungkin IA mau memberikan sekian banyak anugerah yang tak terhitung dalam hidup kita?

masalahnya adalah… sebagai seorang hamba, sudah benarkah cinta kita?

atau selama ini cinta kita hanya definisi sempit belaka?

..

..

materi ini saya dapatkan waktu asistensi PAI, bersumber dari salah satu buku karangan Burhan Sodiq, berjudul ‘Ya Allah, Aku Jatuh Cinta! (mengelola cinta tanpa harus terkena dosa)

*btw, hihi, judul bukunya provokatif banget yah.”

.

jadi.. menurut Ibnul Qoyyim,

.

PERINGKAT CINTA

.

1. Tatayyum

berarti cinta hanya kepada Allah SWT. cinta ini harus menempati peringkat paling atas, peringkat paling pertama. tidak bisa ditawar, karena memang hanya DI-lah Rabb kita, tempat kita menggantungkan segalanya. sangat amat tidak diperkenankan untuk mencintai yang utama selain-NYA…

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (Al-Baqarah/2:165)

.

2. ‘Isyk

berarti cinta kepada junjungan kita, Rasulullah saw. cinta ini menempati peringkat kedua setelah cinta kita kepada Sang Khaliq, dan memang hak Resulullah untuk mendapatkannya…. cinta itu termasuk di dalamnya sikap hormat, patuh, ingin membela, tetapi tidak menuhankannya. posisi Rasulullah adalah sebagai tauladan, sebagai role model bagi seluruh kaum muslimin dalam menjalani kesehariannya.

.

3. Syauq

cinta seorang mukmin kepada mukmin lainnya dengan ikatan yang bersifat lahiriyah, sebagai contohnya antara suami-istri, orang tua dan anak, kakak dan adik, dan sebagainya. inilah wujud cinta kita pada keluarga kita, menempati urutan ketiga.

.

4. Shababah

berarti cinta sesama muslim yang darinya melahirkan ukhuwah islamiyah… cinta ini murni pada sesama muslim dari tali Islam. untuk menjalankan cinta ini, tentunya dibutuhkan kesabaran untuk menerima segala perbedaan, mengingat beragamnya kaum muslimin yang berjalan bersama-sama dengan kita…

.

5. ‘Ithf

rasa ini diberi nama simpati. ia ditujukan bagi siapa saja, muslim ataupun bukan, ia ditujukan bagi seluruh manusia. simpati adalah rasa yang mencuat tatkala melihat sesama manusia tertimpa musibah atau diuji.. dan simpati inilah yang mendasari dakwah kita, simpati pada seuruh manusia dan ingin semuanya dapat merasakan indahnya cahaya-NYA.

.

6. Cinta kepada Harta Benda

ini merupakan wujud cinta yang paling rendah dan sederhana.. sebab kadar cintanya hanyalah terbatas pada usage atau daya guna harta benda tersebut. sepatutnya, kita gunakan rasa cinta ini untuk meraih cinta yang utama di atas, tidak berlebihan apalagi mendahului prioritas pertama.

.

.

Lantas, bolehkah kita jatuh cinta?

boleh tentunya… cinta adalah manusiawi, sangat fitrah bagi semua manusia. hanya saja, jagalah cinta itu hingga ia tetap berada pada koridor yang tepat hingga kita sampai di muara yang halal untuk meluahkannya, di mana meluahkan cinta berarti ibadah, dan dapat semakin mendekatkan diri kita pada rahmat dan ampunan-NYA…

.

.

“Barangsiapa jatuh cinta, lalu menyembunyikan cintanya, menahan diri, bersabar lalu meninggal dunia maka ia mati syahid.”

.

.

.

dan pertanyaannya…

.

sudah sesuaikah peringkat cinta kita?