Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

( 8:63 )

 

 

… dan semoga Allah terus mengikat hati kita dalam cinta hanya pada-NYA…

 

teringat obrolan tiba-tiba di SC seusai kumpul ADS kemarin. mengenai persaudaraan kita. mengenai ikatan hati kita. saat terluahkan apa yang sebenarnya dirasa.

 

dan dengan doa rabithah ini sebagai latar belakangnya…

 

maka tak bisa cegah otak saya melayang mengenang wajah saudara-saudara terkasih. wajah keluarga saya di SMANSA, di 2009, saat meniti bersama susah-senang dakwah di SMANSA kita…

 

ah, saya jadi mendesah.

 

bertanya-tanya.

 

apa kabarkah?

 

dan saya jadi tertampar sendiri.

 

bukankah tidak ada excuse untuk memutuskan atau melonggarkan tali silaturrahim? bukankah akan terasa kebahagiaanya ketika kita bisa sekedar berjumpa, mungkin takbisa dengar suara, tapi hanya membaca sms, dari teman-teman seperjuangan yang nunjauh di sana, mendapatkan kabar bahwa baik-baik saja, bahwa masih ada keinginan untuk bersua?

 

ah.

 

saya rindu…

 

maka semoga kalian semua tetap terucap dalam setiap doa rabithah yang saya panjatkan setiap harinya… wajah-wajah kalian semua tetap terbayang di pelupuk mata…

 

dan semoga Allah terus ikat hati kita…