..tulisan di bawah ini lebih bersifat renungan saya semata, karena saya sedang menguatkan hati saya untuk terus berjalan dan memberikan kontribusi terbaik di setiap apa yang saya bisa…

cuma pandangan seorang saya yang masih hijau, dengan proses brainstorming yang terputus-putus pula oleh banyak kesibukan. jadi maaf kalau agak membingungkan untuk dibaca…

saya cinta smansa. sungguh, saya sangat cinta kotak sabun mungil itu, yang telah mengajari saya berbagai makna kehidupan yang mendalam. di smansa saya belajar banyak hal. di smansa saya merasakan manisnya persaudaraan yang diikat dengan nama indah Islam. di smansa saya belajar untuk lebih mengerti dunia, mengerti dan mengaplikasikan Islam dengan lebih mendalam. di smansa saya belajar menjadi dewasa. di smansa saya belajar untuk menjalin suatu ikatan yang hangat dengan saudara, bukannya memaksakan dan mengendali.

di smansa saya merasakan likaliku dakwah, yang mungkin hanya terlihat kecil tarafnya, namun sedikit banyak sangat mempengaruhi diri saya hingga saat ini.

sungguh, saya cinta smansa.

saya cinta lingkungannya. saya cinta manusia-manusianya. saya cinta perjuangannya. saya cinta dakwahnya. sungguh, jika terus dan terus dikembangkan, alangkah besarnya potensi smansa sebagai ibu yang melahirkan sosok-sosok berguna dengan kebaikan yang nyata :)

ah, betapa dunia sma saya yang penuh warna. tersaput dengan abstrak namun indah di kanvas pemikiran dan kenangan saya.

mungkin di smansa saya pertama mengerti makna sebuah regenerasi. di smansa, melalui posisi saya di DKM dan interaksi saya dengan teman seangkatan, kakak kelas, adik kelas, alumni, dan teman-teman di SMA lain yang membuka mata saya akan pentingnya sebuah transfer pemahaman. akan potensialnya masa-masa SMA, yang mampu menjadi cetak awal pribadi seseorang.

akan potensial dan pentingnya dakwah di sana.

maka pemahaman itulah yang lantas mengalasi perjalanan saya, ketika telah tiba masanya saya untuk berlanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. ketika memilih PTN, salah satu alasan untuk memilih yang terdekat, saya katakan dengan jujur: smansa.

saya ingin melanjutkan perjuangan dakwah yang telah dirintis itu. saya sangat setuju dengan urgensi untuk menyamakan pemikiran selalu, agar goal-goal besar dari dakwah sekolah dapat tercapai.

maka, terlepas dari segalasesuatunya, motivasi utama yang melandasi saya untuk berada di tempat kuliah saya sekarang adalah SMANSA. dakwahnya. insya Allah.

lalu di sinilah saya. di sebuah institut di Bogor. dan ternyata semuanya tidak lagi sama, ya. memasuki fase alumni dan bukannya siswa, tentu rasanya berbeda. tapi saya semangat. saya semangat untuk melanjutkan dan mewujudkan tujuan saya.

tapi ipb sendiri, jujur sangat menarik hati.

hal pertama yang saya sadari: subhanallah, betapa lingkungan yang selalu berusaha menjaga diri. saya sangat excited melihat IPB dengan akhwat-akhwat berjilbab panjang yang ditemui di sanasini, dengan ramainya penyambutan dari Al-Hurriyyah pada saat pertama tiba di sini, dengan ucapan salam dan senyum ramah senior-seniornya yang saya temui.

kemudian mpkmb. mungkin jika dibandingkan dengan mos, tingkat stressingnya masih kalah jauh. tapi ya, lebih lelah karena mobilisasi kesanakemari, lari-lari dengan tas berat dan marka di tangan :) tapi mpkmb itu sendiri dengan suksesnya membuka mata dan membuat saya jauh cinta dengan tempat saya berada sekarang.

uhuy, saya cinta ipb. hidup mahasiswa!

ah, dunia dengan penuh warna, sama, namun goresannya cukup berbeda.

menarik sekali! hingga sekarang saya sangat tertarik mengamati segala sesuatunya. ingin rasanya coba untuk ambil bagian,

namun smansa saya lebih memanggil konsentrasi.

antara DS atau DK, saya harus memilih. dan saya, sesuai tujuan saya, tengah menguatkan tekad saya untuk memilih smansa.

akhir-akhir ini saya banyak membaca dan mendengar komentar-komentar mengenai kedua hal itu.. yah, secara saya masih hijau di dua-duanya, di smansa saya baru berusaha memahami situasi kerja saya, dan di kampus saya sedang mengamati likalikunya.

akhir-akhir ini di smansa sedang ramai. regenerasi. saatnya memilih pemimpin baru yang akan membawa smansa setahun ke depan…

maka proyek besar itu di mulai, dan saya terlibat di dalamnya.

pada saat yang sama, di kampus juga sedang ramai. pemira, kini mulai terlihat aksinya. dimulai dari KM. dan open recruitment di mana-mana.

sungguh, dua warna yang sama dengan sapuan yang berbeda di kanvas saya.

hmm.

lantas, apa yang sedang dipikirkan? kontribusi. yap. karena pada dasarnya, di manapun berada, pasti ada kontribusi terbaik yang bisa dilakukan, sesuai dengan porsinya masing-masing…

saya mengamati seorang teman yang melampirkan izin untuk pergi ke kampus. yaa… saya mengingat kondisi SMA-nya, pada awalnya saya kurang setuju. tapi kemudian, pasti ada alasan lain.

karena toh pada akhirnya, walau akan terspesialisasi dengan sendirinya (mau di mana? di sekolah? di kampus? atau di…), yang jelas akan tetap di jalan dakwah lah kita, insya Allah. dan akan tetap saling mendukung satu sama lain. berada di sekolah bukan berarti nggak ngapa-ngapain di kampus, dan berada di kampus bukan berarti nggak ngapa-ngapain di sekolah. ya begitulah. ada konsentrasinya, tapi ada kontribusi juga ke sisi yang lain.

toh, tetap dakwah juga, kan?

maka, jika harus memilih, pilihlah tempat di mana kita bisa memberdayakan diri kita dengan paling maksimal… jika kapasitasmu adalah kembali ke sekolah, maka kembalilah! sekolah adalah ladang yang sangat potensial bagi pembangunan suatu generasi. tapi jika kapasitasmu adalah kampus, maka lakukanlah! sebab mahasiswa adalah corong rakyat, maka pastikan corong itu dipimpin oleh mereka-mereka yang mengerti.

asalkan jangan sampai berhenti…

karena toh, kita yang butuh dakwah ini. tidakkah begitu?

.

DS, DK, semangat! sesuai porsi masing-masing, mari beri kontribusi terbaik…

Dakwah akan terus berjalan, dengan atau tanpa kita. Kalau tidak bersamamu, dakwah akan bersama yang lain. Kalau tidak bersama dakwah, engkau mau bersama siapa?