sampai kapan mau berkecimpung di dunia kecil saja, tanpa mau melihat yang lebih besar?

pertanyaan itu yang sedang terpeta di benak saya.

hmm… menjelang akhir masuk kuliah lagi hingga tanggal 2 kemarin, setidaknya ada tiga jarkom aksi yang saya dapat. tiga jarkom aksi dengan tiga situasi yang berbeda.

29 September 2009, mengenai RUU Pengadilan Tipikor (yang akan mengerdilkan kewenangan KPK). jujur, saya tidak begitu mengikuti perkembangan KPK, jadi saya masih nggak punya alasan atau sumber yang kuat juga mengenai hal ini… saya baru sempet caritahu sedikit, dan masih banyakan nggak ngertinya. hmm. ada yang bisa bantu saya untuk mengerti?

–diantaranya, 30 September, terjadi gempa di Padang… Innalillahi…–

1 Oktober 2009, 46 milyar habis dalam ceremonial pelantikan anggota DPR. wow, 46 milyar itu bukan jumlah yang sedikit. apalagi bagi mayoritas rakyat negeri ini, bagi mereka yang masih di bawah garis kesejahteraan. Memang 70 persen anggota DPR untuk periode ke depan adalah baru, tapi tentunya tetap butuh penekanan agar mereka merealisasikan segala yang dijanjikan. Karena rakyat mereka dapat duduk di sana, maka perjuangkanlah rakyat! Apa gunanya jika tidak ada perubahan? Semoga DPR-nya bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya…

2 Oktober 2009, keadaan di Padang mulai bisa terkabarkan dengan jauh lebih jelas. telah 400-an korban berjatuhan,  masih banyak yang tertimbun. kota yang rusak parah, gelap gulita ketika malam, longsor dan hanya bisa melalui jalan udara. gempa susulan mencapai lebih dari 200 kali. dan gempa juga di Jambi dan Bengkulu. maka aksi kali ini damai, sekaligus juga solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina yang baru saja dibombardir lagi oleh Israel…

.

.

saya berhalangan mengikuti ketiga aksi di atas. namun mendapatkan beritanya, hal itulah yang saya pikirkan.

ah.

mencoba peduli pada negeriku. sedemikian banyak hal yang terjadi dalam waktu singkat, dan apakah kontribusi yang sudah kita berikan untuk meringankan beban bangsa ini?

.

.

ada apa dengan negeri kita?

negeri kita baru saja merangkak memasuki babak yang baru. kemarin pelantikan anggota DPR. lalu pemilihan ketua MPR, Taufik Kiemas yang terpilih. kabinet sudah mulai terbentuk. tinggal menunggu waktu hingga pelantikan nanti, tanggal 20, maka babak baru hingga lima tahun ke depan.

dan menyelingi itu, negeri kita kembali diuji. tidak main-main dengan gempa-gempa yang berturut-turut terjadi. Tasik menelan sekian banyak korban jiwa, belumlah usai, kini Padang-Pariaman yang menangis.

terlintas di benak: ada apa dengan negeriku?

ada banyak sayup-sayup pendapat, kekhawatiran, doa yang terdengar di sanasini.  celotehan-celotehan mengenai segala situasi yang tengah terjadi…

.

saya mencoba keluar dari dunia kecil saya dan memandang dengan lebih jauh.

belajar untuk peduli…

kontribusi. walau sekecil apapun.

.

mencoba peduli pada nageriku… bahkan lebih jauh. mencoba peduli pada Islamku.

maka apa yang bisa diperbuat?

tentunya bukan cuma sekedar doa yang dialunkan sepatah-sepatah di tiap sepertiga malam. memang jangan pernah ragukan kekuatan doa… tapi, bukanlah Allah akan mengubah nasib kita jika kita mau berusaha untuk mengubah nasib kita sendiri?

.

turunlah ke jalan dan buat perubahan. raihalah penamu dan goreskan kata-kata yang akan menafaskan perubahan. deraskan kalimat-kalimat penyadar, penyemangat itu dari lisanmu agar semakin banyak yang terbuka matanya.

lakukan segala yang dibisa demi kebaikan bersama…

.

.

.

mulai dari kapan?

sekarang.

.

.

.

yuk?