Elegi Untuk Aa

Tertatih aku mengejar bulan
Mengais sisa – sisa Romadhon
Terjatuh.. terpuruk dikeheningan

Ramadhanku telah pergi
Syawal tlah menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
Amal ibadah bagi insan beriman

Duhai sahabat pilihan Alloh
Di sini, dipertigapuluh terakhir
Kita bertemu dalam renungan
Satu jiwa satu hati dan satu iman

Tuhan kukalakan tali ini
Rekatkan dalam dzikir padaMu
Biarkan rindu kian bersemayam
Karena kasih dan cintaMu

Duhai sahabat pilihan Alloh
Dihari ke tujuh ba’da Romadhon
Hati masih sedih ditinggalkan
Seluruh jiwa terasa sakit
Tiada kawan penghibur
Kecuali Alloh semata

Hanya satu tumpuhan harapan
Jumpa Romadhon dengan izin tuhan
Madrasah perjuangan dan kesabaran
Menuju Ar-royan yang dijanjikan

aah… maka saya tengah menghitung mundur.
karena ia akan pergi.. dan belum tentu saya akan dapat menemuinya lagi pada lain kali..
karena hanya DIA yang tahu hingga kapan saya masih dapat berdiri…

ada sesal…
sebab terasa berbeda tahun ini.
sibuk. sibuk terlampau sibuk jadi tak optimalkan diri.

entah, tapi saya cuma bisa harap…
di tengah perjalanan tertaih-tatih itu, apa yang saya lakukan,
masih diberi harga

sebab saya butuh itu semua…
sebab jika tidak karena cinta-NYA, siapalah saya? siapalah kita?

.
.
.
aah,
dia akan pergi…
dan berganti.

kemenangan, kah?
kuharap bisa jadi fitri.
kuharap lembar itu bisa memutih kembali…

ketika mentari terbenam nanti, maka takbir akan mulai dikumandangkan. maka resmilah berganti. maka tersungkur aku dalam sujud panjang.

… maka mohon maaf atas segala khilaf dan salah…

semoga apa yang telah kita usahakan diterima, semoga dapat berjumpa dengannya lagi di tahun depan…

…EID MUBARAK 1430 H…