Wah…

Sudah lama tidak menulis di sini, ya?
Hm.. mungkin kali ini ingin cerita aja.. mengenai hal yang cukup ‘menguras emosi’..

Apakah?

Itu lho, PMDK. PMDK adalah akronim dari ‘Penelusuran Minat dan Kemampuan Dasar’, kalau nggak salah. Kalau asing dengan istilah ini, itu lho, jalur untuk masuk ke universitas yang tanpa tes…

Bulan-bulan ini booming banget yang namanya PMDK itu datang ke sekolah. Alhamdulillahnya, karena SMANSA itu salah satu SMA terfavorit, maka berbanjirlah aplikasi undangan PMDK itu datang ke sekolah kami… ya, tinggal pilih yang mana?

Lalu.. kenapa menguras emosi?

Jujur, sedih lihatnya. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, dalam 1 sekolah pun nggak semua muridnya superior alias pintar, kan? Ada saja orang-orang yang mungkin kurang dalam hal eksaknya, sehingga secara nilai dia di bawah teman-teman yang lainnya.

Satu kebiasaan umum yang saya tidak suka, bahkan kesal bagi siswa-siswi SMANSA adalah: cadangan.

ya, cadangan!

Ketika formulir PMDK-PMDK itu datang, mereka mendaftarkan diri ke berbagai universitas. Sudah rahasia umum kalau anak SMANSA lebih punya peluang untuk diterima, apalagi di kotanya sendiri, karena faktor SKBM yang memang lebih tinggi, apalagi kalau siswa yang bersangkutan itu pintar.

Tapi coba lihat! Tidak semua orang seberuntung kalian yang bisa memutar otak dan masuk ke univ yang diinginkan, sehingga kalian bisa menggunakan PMDK-PMDK itu sebagai cadangan ‘kalau tidak’!

Jujur saya emosi kalau sudah bicara mengenai hal ini. Adilkah jika kamu mengambil sesuatu hanya untuk perisai yang bisa dibuang seenaknya, sementara di luar sana ada banyak orang lain yang sangat mengharapkan; bergantung pada harapan itu; dan nantinya mungkin mereka akan terluka, sakit hati, dan berduka karena impiannya dirampas dan (maaf jika terlalu kasar), dicampakkan oleh kalian?

Jika kita bicara rasa aman, ya! Siapa sih yang merasa aman? Tidak ada! Bahkan siswa yang paling pintar di sekolah pun merasa waswas kalausaja tidak bisa melanjutkan ke universitas, kalau saja ada faktor X yang menyebabkan pendidikan terputus!

Tapi itu bukan alasan untuk egois atau maaf, rakus!

Dari dulu saya tidak setuju dengan sistem cadangan-cadangan itu. Jika kamu tidak mau, ya jangan ambil! Ada banyak orang yang lebih butuh dan lebih menginginkannya daripada kamu. Tentukan apa target kamu, dan berusahalah dengan maksimal, dan lagi, dengan caya yang JUJUR!

Seorang teman yang saya komplain ketika itu pernah bertanya, “Memangnya PMDK ini nggak jujur?” Dia mendaftar PMDK di insitut X, sementara dia ingin masuk ke universitas Y.

Bagi saya, teman, tidak jujur karena kamu tidak benar-benar berminat untuk ke sana!

Maaf kalau tulisan saya ini berkesan emosional, tapi saya hanya ingin mengingatkan.

“Bukan itu perilaku orang yang beragama dengan benar, kawan…”

Seseorang yang beragama dengan baik dan benar akan percaya kalau Tuhannya selalu memberi yang terbaik, sehingga dia tidak akan mendzhalimi orang lain dengan mencoba mengambil yang bukan haknya!

Saya tahu ini sepihak, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Tapi tidakkah seharusnya kita percaya kalau ALLAH tahu apa yang kita inginkan dan tahu apa yang terbaik untuk kita?

Jadi istikharahlah! Tentukan pilihan yang pasti, dan coba raih dengan segala usaha yang jujur, dan jangan lupa untuk membatasi diri…

Lihat nuranimu. coba bayangkan misalnya mimpimu dijadikan cadangan oleh orang lain, dan apa yang berusaha sekuat tenaga kamu raih dicampakkan dengan enaknya oleh orang lain! Sakit bukan?

Karena itu, teman, tolong bermainlah dengan FAIR…

.
.
.
.
.

*huffh…* afwan kalau saya emosi…

btw, doakan saya ya.. kemarin daftar PMDK IPB, dan Insya Allah memang ingin ke IPB… n_n