Siang hari tadi, seusai shalat ashar dan tilawah di masjid sekolah, aku memutuskan untuk pergi sebentar ke Al-Amin sebelum pulang. Sederhana saja, sebenarnya hanya ingin membeli Al-Ma’tsurat baru, berhubung Al-Ma’tsurat yang lama menghilang semenjak beberapa waktu yang lalu. Sesampainya di Al-Amin, di sebelah tumpukan Al-Ma’tsurat, aku menemukan sebuah buku kecil berwarna putih, dengan judul Mutaba’ah Yaumiyah.

Apaan tuh?

Mutaba’ah Yaumiyah itu kurang lebih berarti ‘Evaluasi Amal Harian’, jadi buku itu berisi tabel-tabel dengan list amalan harian yang dilaksanakan, tidak lupa beserta checklist-nya, terlaksana atau tidak.

Beberapa amalan harian itu antara lain tilawah, qiyamullail, ma’tsurat, shaum senin-kamis, shaum ayyamul bidh (tengah bulan), tadabbur, hafalan Al-Qur’an, dan beberapa poin lainnya.

Kuputuskan untuk membeli buku mungil tersebut, siapa tahu bisa menjadi bahan evaluasi yang berguna untuk selalu menjaga dan meningkatkan ibadah harian. Amiin…

Di halaman paling belakang buku kecil itu, tertulis sebuah pesan–sebuah wasiat dari Imam Hasan Al-Banna. Tentunya nama beliau sudah tidak asing lagi di terlinga kita. Yap, Hasan Al-Banna adalah salah satu dari 7 orang pendiri Ikhwanul Muslimin. Wasiat dari beliau sangat menarik dan wajib dibaca serta direnungkan. Wasiat itu adalah…

——————

10 Wasiat Hasan Al-Banna

Bacalah, renungkan, dan amalkan:

1, Dalam kondisi bagaimana pun, segera dirikanlah shalat ketika mendengar adzan.
2. Baca atau dengarkanlah Al-Qur’an dan ingatlah Allah.
3. Jangan kau habiskan waktumu pada hal-hal yang tidak berguna.
4. Berusahalah untuk berbicara dengan bahasa Arab secara fush-hah (baik), sebab ia termasuk doktri Islam.
5. Jangan banyak berdebat dalam setiap urusan bagaimana pun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan riya’ itu tidak mendatangkan kebaikan sedikitpun.
6. Jangan banyak bergurau, karena ummat yang gigih tidak mengenal selain kesungguhan.
7. Jangan mengeraskan suara melebihi yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan orang lain.
8. Jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakannya selain kebaikannya saja.
9. Kenalkan dirimu kepada saudara-saudaramu seiman dan seperjuangan walaupun engkau tidak diminta, sebab azas dakwah kita adalah mahabbah (kecintaan) dan saling mengenal.
10. Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya, dan jika engkau punya tugas, selesaikanlah segera!

——————

Membaca halaman itu aku jadi nyengir-nyengir sendiri, tersindir habis. Bagaimana tidak, keseharianku masih sangat amat jauh sekali dari menjalankan 10 wasiat tersebut…

Kalau dilihat, 10 wasiat itu rasanya ‘jauh’ dan berat sekali untuk dilaksanakan…

Tapi bukan berarti nggak bisa, kan?

Bertahap dulu deh, diniatkan… Dimulai dari Mutaba’ah Yaumiyahnya, harus berusaha biar terus ada peningkatan…

Ayo bersama-sama menjalankan… ^__^