Hanya sejenak menuangkan apa yang berkecamuk di pikiran…
Dalam bentuk…
Sebuah puisi?

Entahlah, hanya biarkan jemari ini menari…

*  *  *

malam itu sang rembulan menggantung sendirian…
sebab jutaan bintang telah tersaput awan
wajahnya murung, karena sepi membayang
siapa yang akan di sini?
untuk sekedar menemani,
mengusir suara-suara sepi yang kian merasuk dalam hati?

rembulan membiru, bergelayut sendu
… karena sepi membayang …
ke manakah hilangnya bintang?

*  *  *

ketika kata-kata itu membuntu,
di sini ku hanya terdiam terpaku
menyusuri angin yang melayangkan anganku ke negeri maya…
di mana ku menari dengan liliput kecil, bergandengtangan bernyanyi

Tuhanku, kutahu wisataku itu hanyalah semu
namun di mana nyata?
semuanya berbaur jadi satu menciptakan dunia paralel yang membuatku terhanyut…

… maya?
ataukah nyata?

aku tak ingin bangun…

*  *  *

sepiku, menari diantara dedaunan hijau dan bebunga kuning
angin menampar, berusaha bangunkanku dari lelap berkepanjangan
tapi mataku tetap terkatup!
… adik, jika ku ingin tetap bermimpi,
bolehkah?
cipratan warna sepia di kanvas seolah mengembalikan kepingan memori yang terserak
limbung, memunguti serpihan hati dari udara…

tapi, aku tetap tak terjaga…

*  *  *

Dapatkah kamu menangkap maksud yang tersirat?