Tadi pagi sewaktu duduk di angkot, diselingi kegugupan takut telat PraPODS (yah, seri telat sudah berlaku sih), aku menyempatkan diri membuka-buka notes kecil yang berisi catatan materi-materi dan tugas-tugas regenerasi dua tahun yang lalu. Ketika tiba di halaman sekian, mataku menumbuk sebuah judul yang cukup menggelitik,

‘MANAJEMEN KOMUNIKASI’

Fakta: 70% dari kehidupan manusia diisi dengan komunikasi.

Catatannya singkat, namun point-pointnya cukup jelas. Mengenai pentingnya komunikasi efektif, mengenai cara-cara berkomunikasi efektif, hambatan-hambatan komunikasi efektif, dan juga apa hasil yang bisa diperoleh melalui komunikasi efektif.

Membaca catatan itu, jujur, bikin aku nyengir sendiri. Yah, materi komunikasi efektif ini adalah materi yang diberikan pada saat PODS 2 tahun yang lalu, cukup rinci, namun sampai sekarang aku belum pernah (jarang) mampu merealisasikannya dengan baik.

Seketika ingatanku melayang pada anak-anak angkatan, pada panitia. Rasanya ada cukup banyak miskomunikasi yang belakangan ini terjadi. Entah salah siapa, tiba-tiba banyak keputusan yang cukup sepihak, langkah-langkah yang tidak diketahui panitia yang lain, emosi yang meledak karena kesalahan menangkap instruksi yang berdampak pada kesalahan menjalankannya, hingga rasa lelah dan menyerah karena tidak bisa memahami apa yang diinginkan oleh pihak lainnya.

Miskomunikasi. Masalah itu seolah-olah begitu beruratberakar hingga bingung bagaimana harus menyelesaikannya. Bahkan, pada taraf yang menyedihkan, miskomunikasi sudah bisa dianggap sebagai ‘bumbu penyedap’ atau ‘bumbu penegang’ dalam sebuah kepanitiaan. Kayaknya kok aneh kalau semuanya tepat berjalan seperti apa yang sudah direncanakan.

Solusi untuk miskomunikasi, sebenarnya ya dengan menerapkan apa yang disebut komunikasi efektif. Kalau komunikasi bisa efektif, insya Allah yang namanya miskomunikasi itu nggak akan sempat terjadi, karena semua informasi dapat tersampaikan dengan baik dan menyeluruh.

Yah, bicara memang mudah, dan merealisasikannya memang susah. Tapi susah bukan berarti nggak bisa, iya kan?

Sama-sama belajar, ya…