Tag Archives: teman
Miss Ya.
Cinta Berkawan – Edcoustic [teruntuk sahabat]
Seutas tali memadu simpul tawamu, duhai kawan
Simpulnya jatuh di pelupuk nurani yang tertambat cinta
Cinta berkawan, bersama nikmati semusim masa…
.
Di sela kehangatan berkawan adalah aku pandang
Satu persatu garis wajah duhai kawan, penuh harapan
Andai saja… terus bersama setiap masa, sehati…
.
Suratan Tuhan kita di sini, menapaki cerita bersama
Cinta berkawan kar’na sehati dalam kasih Ilahi…
Tepiskan hal yang berbeda, agar kisahku teramat panjang
Simpan rapi harapan, berkawan selamanya….
.
.
…. menuliskan ini teruntuk sahabat-sahabat seperjuangan. di sekolah. di kampus. di manapun. teman seangkatan. kakak kelas. adik kelas. siapapun. tua. muda. usia berapapun.
semuanya, asalkan bersama dalam jalan cinta ini.
.
cinta berkawan kar’na sehati dalam kasih Ilahi…
.
dan semoga cinta itu terpelihara. selamanya.
.
simpan rapi, harapan… berkawan selamanya…
.
dan hanya karena-Nya.
.
.
uhibbukum fillah…
… And So I Smiled
Hmm…
satu hal yang saya sukai adalah berlama-lama di depan layar kaca, berselancar di dunia maya, dan membaca.
saya senang membaca cerita-cerita.
baik fiksi, nonfiksi, menyastra, hingga celotehan berbahasa nonbaku dari kisah hidup seseorang.
membaca mereka… saya tak bisa memungkiri itu seperti candu. entah, senang saja mengetahui kabar walau hanya satu arah. senang saja melihat goresan-goresan pena maya itu.
hmm.
semua orang sungguh sangat menarik dengan kisah hidupnya masing-masing.
.
yap. seperti yang saya temukan hari ini. pagi ini, waktu belum menunjukkan pukul 2 pagi, dan saya–lagi-lagi–iseng di tengah kesibukan saya mencari literatur biologi.
saya membaca
… dan saya tersenyum.
.
sederhana saja.
menemukan kabar mereka yang senantiasa maju.
menemukan kabar dia yang baik-baik saja.
.
.
sebenarnya kamu nggak ke mana-mana, kan? saya percaya.
jadi…
ditunggu kehadirannya di sini tuk mencurahkan potensi…
.
.
.
dan saya tersenyum.
.
ah.
Rabithah [dan semoga Allah terus ikat hati kita]
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupanKuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kamiLapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela( 8:63 )
… dan semoga Allah terus mengikat hati kita dalam cinta hanya pada-NYA…
teringat obrolan tiba-tiba di SC seusai kumpul ADS kemarin. mengenai persaudaraan kita. mengenai ikatan hati kita. saat terluahkan apa yang sebenarnya dirasa.
dan dengan doa rabithah ini sebagai latar belakangnya…
maka tak bisa cegah otak saya melayang mengenang wajah saudara-saudara terkasih. wajah keluarga saya di SMANSA, di 2009, saat meniti bersama susah-senang dakwah di SMANSA kita…
ah, saya jadi mendesah.
bertanya-tanya.
apa kabarkah?
dan saya jadi tertampar sendiri.
bukankah tidak ada excuse untuk memutuskan atau melonggarkan tali silaturrahim? bukankah akan terasa kebahagiaanya ketika kita bisa sekedar berjumpa, mungkin takbisa dengar suara, tapi hanya membaca sms, dari teman-teman seperjuangan yang nunjauh di sana, mendapatkan kabar bahwa baik-baik saja, bahwa masih ada keinginan untuk bersua?
…
ah.
saya rindu…
maka semoga kalian semua tetap terucap dalam setiap doa rabithah yang saya panjatkan setiap harinya… wajah-wajah kalian semua tetap terbayang di pelupuk mata…
dan semoga Allah terus ikat hati kita…
