HAM. Genocida. dan Gaza tidaklah membutuhkan saya…

(sedang berkutat dengan Membangun Kesadaran Bela Negara dari Mr Rangkuti untuk UAS pk 10.30 nanti, ketika tibatiba takbisa cegah pikiran saya melayang…)

Pelanggaran HAM berat dikelompokkan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, pelanggaran HAM dalam hukum perang, dan pelanggaran yang termasuk kejahatan genocida.

Kejahatan terhadap kemanusiaan meliputi:

  • pembunuhan sewenang-wenang
  • penganiayaan atau perlakuan tidak manusiawi, termasuk percobaan senjata biologi
  • dengan sengaja mengakibatkan penderitaan berat atau cedera serius terhadap tubuh dan kesehatan
  • perusakan besar-besaran harta beda yang tidak tersangkut dengan kepentingan militer
  • memaksa tawanan perang atau warga sipil untuk melayani pasukan dan kekuatan yang bermusuhan
  • secara sengaja merampas hak tawanan perang dan warga sipil
  • menawan warga sipil sebagai sandera

((masih lekat tentu dalam ingatan kita. penyerangan zionis pada warga Gaza yang tiada berdaya… penggunaan fosfor putih yang merusak tubuh-tubuh belia masa depan Palestina… puluhan rumah warga yang diratakan dengan tanah tanpa mereka bersalah apa-apa… tak terhitung wanita palestina yang kehilangan kesuciannya di tangan tentara… kamp konsentrasi bagi warga… pembunuhan seorang anak dan ayahnya yang telah memohon agar dibiarkan melanjutkan kehidupannya… lantas apa lagikah namanya?))

Kejahatan yang tergolong genocida meliputi:

  • membunuh para anggota suatu kelompok
  • mengakibatkan cedera cacat tubuh atau jiwa yang serius terhadap suatu kelompok
  • dengan sengaja mengakibatkan suatu kelompok dalam kondisi hidup yang telah diketahui akan membawa kehancuran fisik
  • melakukan tindakan yang bermaksud untuk mencegah kelahiran suatu kelompok
  • secara paksa memindahkan anak-anak dari suatu kelompok ke kelompok lain

((lantas apa lagi sebutannya??))

PELANGGARAN HAM BERAT :: ZIONIS ISRAEL!

dan selamatkan Palestina kita…

.

.

teringat.

beberapa waktu yang lalu saya mengikuti aksi di Monas, dan isu yang diangkat adalah Palestina. Sungguh, merinding saya ketika menyaksikan semangat mereka…

“MAKA KIRIMKAN KAMI JIHAD KE SANA!”

“ALLAHU AKBAR!”

dan jujur, saya merinding, selagi mengeluh dalam hati.

aduh.

.

mengapa?

sebab sepenuhnya sadar.

GAZA TIDAKLAH MEMBUTUHKAN SAYA (…saat ini…)

sebab siapalah saya?

teringat perkataan yang sempat saya dengar,

“Antum mau ke Palestina? Kalau baru hapal satu-dua juz saja mah palingan di sana cuma jadi tukang cuci piring… boro-boro turun ke medan perang…”

aduh.

alangkah jauhnya saya dari bumi para pejuang Islam, dari bumi yang mengharum wangi para syuhada…

astaghfirullah..

.

.

introspeksi… introspeksi… tingkatkan diri… agar segera bisa berlari bersama pejuang Ilahi..

.

.

Ini langkahku yang kan kuayun, walaupun payah tak akan jera

Ini langkahku kan trus melaju, setegar karang

Bangkitkan jihadku!

–Ini Langkahku, Shoutul Harakah.

.

.

.

[bismillah.]

Peringatan Hari Intifadhoh ke-22

8 Desember 1987-2009

Intifadhoh secara harfiah berarti perlawanan dengan lemparan batu. Pertama kali rakyat Palestina berperang tanpa persenjataan dan tanpa dibantu negara-negara Arab tetangganya. Senjata mereka hanya batu, maka sejak saat itu generasi baru pejuang Palestina dijuluki oleh banyak penulis sebagai “The Children of Stone”

Intifadhoh pertama meletus pada tanggal 8 Desember 1987. Penyebabnya adalah sebuah truk militer Israel yang menabrak sekelompok warga Palestina di dekat camp pengungsi Jabalya di Jalur Gaza, menyebabkan empat orang terbunuh dan tujuh orang luka-luka. Rakyat Palestina bangkit melawan kebiadaban yang terjadi di atas tanah airnya.

Intifadhoh kedua meletus 28 September 2000. Intifadhoh ni dipicu oleh aksi
penodaan Masji Al Aqsha yang dilakukan oleh Ariel Sharon. Dengan dikawal puluhan orang bersenjata, para jamaah muslim yang sedang berada di dalam masjid diusir. Dan kini, api semangat intifadhoh masih tetap dan akan terus menyala selama penjajahan zionis Israel masih tetap bercokol di tanah suci Palestina.

22 tahun berlalu, tapi intifadhoh Al Aqsha masih menyisakan derita yang tak
kunjung usai.

Hari intifadhoh yang jatuh pada tanggal 8 desember, ternyata bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang dirayakan sehari sesudahnya (9/12). Lalu mengapa warga Palestina malah tidak mendapatkan hak asasinya?!

-Salam UI Departemen Palestine Center-

———————

iringkan doa dan bantuan terbaik yang kita bisa bagi saudara-saudara kita di Palestina…

sekarang!

ALLAHU AKBAR!

Dan Perjuangan Itu Belumlah Usai

DAN PERJUANGAN ITU BELUMLAH USAI

Dan perjuangan itu belumlah usai
Sudah bertahun-tahun, mungkin benak tak lagi menghitung
Ketika martir dan peluru adalah sarapan sehari-hari
Ketika pekik takbir adalah musik kehidupan kami
Ketika batu selaksa berharga… genggam erat,
lemparkan

Tapi perjuangan belumlah usai

Sudah berapa duka?
Tak terhitung. Tak kami hitung. Mungkin sudah jadi terlalu tegar.
Tanah ini tanah kami.
Sudah berapa luka?
Tak terasa. Tak kami rasa. Sebab perjuangan belum usai.

Maju. Maju. Maju.
Singkirkan takut. Percaya.
Allah bersama kita.
Genggam erat batu itu, lemparkan.

Intifadha!
Perjuangan belum usai.

Bahkan sejak sebelum kami ada di dunia
Hingga nanti…
Seadanya, ya. Seadanya.

Tapi kami rasa dengan berjuang ini kami kaya.
Terbuka lebar pintu menuju muara rindu…
Belum, belum usai.
Akan terus kami kepalkan tangan kami.
Kami pekikkan takbir kami.
Hanya satu ingin kami…

Hidup mulia,
Atau mati sebagai syuhada.

((in a memory of those intifadha children..))

————-

ya, sampai sekarang perjuangan memang belum usai.
aku mencari beritaberitanya, kutemukan banyak kontradiksi.

ada pihak yang mengutuk, tapi bahkan ada pihak yang mendukung!

gaza in war. massacre. genocide. even holocaust. whatever is it.

tapi faktanya, sudah ratusan korban jatuh. luka-luka. hancurlebur. gedung pemerintahan, rumah warga sipil, universitas, rumah sakit, sekolah, semuanya. tapi mereka belum juga berhenti. sekalipun dunia sudah mengecam.

astaghfirullah…

((KHAIBAR-KHAIBAR YA YAHUD! JAISYU MUHAMMAD SAUFA YA’UD!!))

Ukhuwah kita…
Ayo eratkan! Demi saudara-saudara kita…

di PALESTINA…

————

“Saat langit berwarna merah saga, dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru, terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi, atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi, atas keteguhanmu

Ketika Yahudi-Yahudi membantaimu, merah berkesimbah di tanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu, membebaskan bumi jihad PALESTINA
Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam cintaNYA…”

– Merah Saga, Shoutul Harakah

ALLAHU AKBAR!!!