Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II

Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II

Jakarta – Usai sudah rangkaian audisi yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyaring para pembantunya. Tanpa ragu, SBY menyampaikan susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.Susunan KIB II ini disampaikan Presiden SBY dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2009) pukul 22.00 WIB.

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto

2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa

3. Menko Kesra : R Agung Laksono

4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi

2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa

3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro

4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar

5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani

6. Menteri ESDM: Darwin Saleh

7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat

8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu

9. Menteri Pertanian : Suswono

10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan

11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi

12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad

13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar

14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto

15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Sedyaningsih

16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh

17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri

18. Menteri Agama : Suryadharma Ali

19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik

20. Menteri Komunikasi dan Informatika : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata

2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan

3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta

4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari Gumelar

5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan

6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini

7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : Armida Alisjahbana

8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar

9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng

10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto

2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan

3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto

*detik.com—posted by: pkspiyungan.blogspot.com

——————–

yak. dimulai babak baru. saya no comment dengan segala komentarkomentar yang dilontarkan berbagai pihak mengenai susunan kabinetnya Pak SBY saat ini, *saya juga masih belum berkapasitas untuk komentar, menurut saya?*

yah… berdoa saja semoga mampu membawa Indonesia lebih baik lagi…

Mencoba Peduli Pada Negeriku

sampai kapan mau berkecimpung di dunia kecil saja, tanpa mau melihat yang lebih besar?

pertanyaan itu yang sedang terpeta di benak saya.

hmm… menjelang akhir masuk kuliah lagi hingga tanggal 2 kemarin, setidaknya ada tiga jarkom aksi yang saya dapat. tiga jarkom aksi dengan tiga situasi yang berbeda.

29 September 2009, mengenai RUU Pengadilan Tipikor (yang akan mengerdilkan kewenangan KPK). jujur, saya tidak begitu mengikuti perkembangan KPK, jadi saya masih nggak punya alasan atau sumber yang kuat juga mengenai hal ini… saya baru sempet caritahu sedikit, dan masih banyakan nggak ngertinya. hmm. ada yang bisa bantu saya untuk mengerti?

–diantaranya, 30 September, terjadi gempa di Padang… Innalillahi…–

1 Oktober 2009, 46 milyar habis dalam ceremonial pelantikan anggota DPR. wow, 46 milyar itu bukan jumlah yang sedikit. apalagi bagi mayoritas rakyat negeri ini, bagi mereka yang masih di bawah garis kesejahteraan. Memang 70 persen anggota DPR untuk periode ke depan adalah baru, tapi tentunya tetap butuh penekanan agar mereka merealisasikan segala yang dijanjikan. Karena rakyat mereka dapat duduk di sana, maka perjuangkanlah rakyat! Apa gunanya jika tidak ada perubahan? Semoga DPR-nya bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya…

2 Oktober 2009, keadaan di Padang mulai bisa terkabarkan dengan jauh lebih jelas. telah 400-an korban berjatuhan,  masih banyak yang tertimbun. kota yang rusak parah, gelap gulita ketika malam, longsor dan hanya bisa melalui jalan udara. gempa susulan mencapai lebih dari 200 kali. dan gempa juga di Jambi dan Bengkulu. maka aksi kali ini damai, sekaligus juga solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina yang baru saja dibombardir lagi oleh Israel…

.

.

saya berhalangan mengikuti ketiga aksi di atas. namun mendapatkan beritanya, hal itulah yang saya pikirkan.

ah.

mencoba peduli pada negeriku. sedemikian banyak hal yang terjadi dalam waktu singkat, dan apakah kontribusi yang sudah kita berikan untuk meringankan beban bangsa ini?

.

.

ada apa dengan negeri kita?

negeri kita baru saja merangkak memasuki babak yang baru. kemarin pelantikan anggota DPR. lalu pemilihan ketua MPR, Taufik Kiemas yang terpilih. kabinet sudah mulai terbentuk. tinggal menunggu waktu hingga pelantikan nanti, tanggal 20, maka babak baru hingga lima tahun ke depan.

dan menyelingi itu, negeri kita kembali diuji. tidak main-main dengan gempa-gempa yang berturut-turut terjadi. Tasik menelan sekian banyak korban jiwa, belumlah usai, kini Padang-Pariaman yang menangis.

terlintas di benak: ada apa dengan negeriku?

ada banyak sayup-sayup pendapat, kekhawatiran, doa yang terdengar di sanasini.  celotehan-celotehan mengenai segala situasi yang tengah terjadi…

.

saya mencoba keluar dari dunia kecil saya dan memandang dengan lebih jauh.

belajar untuk peduli…

kontribusi. walau sekecil apapun.

.

mencoba peduli pada nageriku… bahkan lebih jauh. mencoba peduli pada Islamku.

maka apa yang bisa diperbuat?

tentunya bukan cuma sekedar doa yang dialunkan sepatah-sepatah di tiap sepertiga malam. memang jangan pernah ragukan kekuatan doa… tapi, bukanlah Allah akan mengubah nasib kita jika kita mau berusaha untuk mengubah nasib kita sendiri?

.

turunlah ke jalan dan buat perubahan. raihalah penamu dan goreskan kata-kata yang akan menafaskan perubahan. deraskan kalimat-kalimat penyadar, penyemangat itu dari lisanmu agar semakin banyak yang terbuka matanya.

lakukan segala yang dibisa demi kebaikan bersama…

.

.

.

mulai dari kapan?

sekarang.

.

.

.

yuk?